Aplikasi Survey kepuasan Pelanggan,Informasi Perpustakan Online www.nolsiji.com

Bagaimana Tertawa yang baik?

Written by fauji on February 9, 2010

Sebuah kisah, saat Nabi Sulaiman berjalan bersama tentaranya, sampai pada sebuah lembah yang dihuni oleh sekumpulan semut. Berkatalah seekor semut kepada kawan-kawannya. ” hai semut-semut masuklah keladalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diiinjak oleh sulaiman dan tentaranya sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (QS:27:18). Nabi sulaiman yang memiliki kelebihan bisa mendengar percakapan semut tersenyum dan tertawa karenanya. Lalu Nabi Sulaiman berdoa  “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS:27:19) .

Yang ingin saya ambil dari cerita ini adalah bahwa Nabi Sulaiman  mudah tersenyum. Dari riwayat-riwayat yang ada Nabi kita Muhammad pun sangat mudah tertawa (tersenyum lebih tepatnya). Ini menunjukan bahwa pentingnya hal yang kita anggap sepele itu, “Tersenyum”.

Di era modern ini penelitian banyak dilakukan, ternyata tertawa bisa manjadi obat dari berbagai penyakit, bahkan sakit yang belum ada obatnya. Di negara luar saat ini sudah banyak di buat klub-klub tertawa, yang jumlahnya sudah mencapai ratusan (menurut buku yang saya baca). Tertawa dijadikan terapi untuk penyembuhan. Tidak heran memang jika orang yang banyak tertawa akan kelihatan lebih sehat, dan bisanya orang humoris jarang sekali sakit dan terbebas dari stres . Itu adalah sedikit kenyataan manfaat tertawa / senyum.

Masih menurut hasil penelitian, korporasi-korporasi yang berhasil, memiliki pekerja yang sering terseyum, jauh dari ketegangan yang menyebabkan stres. Sadar atau tidak jika salah satu diantara sekumpulan orang mau memulai tersenyum maka akan otomatis merangsang orang-orang disekelilingnya. tidak percaya? silakan anda buktikan, tersenyumlah setiap anda bertemu seseorang, tapi jangan terlalu banyak terseyum sendiri nanti anda yang akan ditertawakan. :D

Tertawa/senyum memang suatu hal yang mudah dan murah dilakukan, tidak memerlukan cost sama sekali dan bisa dilakukan siapa saja, tetapi tidak kurang yang melupakan kebiasaan baik ini. Orang seringkali terperangkap pada suatu urusan atau masalah sehingga membuat tidak bisa tertawa sama sekali. Jika kita bisa melihat sisi humor dari suatu masalah pikiran kita akan lebih rileks dan lebih mudah dalam menentukan solusinya.

Hipertensi, Jantungan, kelebihan lemak, rematik, ternyata adalah penyakit yang bisa diatasi dengan tertawa. Bagi anda yang tidak ingin mengalama penyakit-penyakit itu sebaiknya mulai membiasakan untuk tertawa,termasuk juga untuk saya nih, jadi tunggu apa lagi? mualailah hidup anda dengan senyum dan tawa, hwa ha ha :D

Namun sebagai orang muslim tentu kita tidak boleh sembarang tertawa, tanpa mengetahui kaidah. Abu laits meriwayatkan dengan sanadnya dari ibn Umar r.a berkata ” Pada suatu hari Nabi Muhammad keluar mesjid, tiba-tiba ada orang yang berbicara sambil tertawa, Nabi Muhammad S.A.W berhenti didepan mereka dan memberi salam lalu bersabda: Perbanyaklah mengingat yang merusak kelezatan, sahabat bertanya ‘ apakah yang merusak kelezatan’ Jawab Nabi ‘Mati’.  kemudian Nabi muhammad keluar melihat orang-orang yang sedang tertawa gembira, Nabi berkata pada mereka Ingatlah demi Allah yang jiwaku ditanyan Nya, adaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis.

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari ishaq bin mansyur berkata ” ketika khidzir akan berpisah dengan Nabi Musa maka berkata Nabi Musa a.s ” berilah nasihat kepadaku ” khidzir berkata Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan tanpa kepentingan dan jangan tertawa tanpa sesuatu yang menertawakan dan jangan mencela orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putra Imran.

Ja’far Auf dari Mas’ud dai Auf bin Abdullah berkata : Biasa Nabi Muhammad saw. tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya (tidak suka melirik).

Sudah selayaknya seorang Mukmin sibuk mengisi waktu agar tidak terlalu banyak tertawa sebab banyak tertawa bukan sifat orang mukmin. Bahkan Allah memperingatkan orang-orang yang berlebihan dalam tawa. Allah SWT memuji orang-orang yang banyak menangis menyesali dosa-dosanya dan bertaubat.

Nabi Muhammad saw. bersabda : banyak tertawa membuat hati mati” kemudian Nabi Muhammad melanjutkan pekataannya, barang siapa yang banyak tertawa pada masa mudanya ia akan menangis pada masa pikun, Barangsiapa tertawa pada masa kaya ia akan menangis pada masa miskin, Barang siapa yang banyak tertawa dimasa hidup, maka ia akan menangis pada waktu mati.

lalu bagaimanakah  sikap  kita? Ada pelatihan tentang islam dan iman,yang mengajarkan bagaimana tersenyum yang baik.  Terseyum yang baik adalah bibir ditarik 2cm kekiri dan 2cm kekanan, jangan sampai tidak simetris, karena senyum yang tidak simetris bisa menimbulkan persepsi negatif (meremehkan). Tertawa yang baik juga dicontohkan oleh Rasulullah ” aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya tawa beliau hanyalah senyum semata (H.R Bukhari) Demikian kata Aisyah. :)

Subscribe to my RSS feed